Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Pagedangan: Delapan Perkara yang Tak Pernah Puas dengan Delapan Perkara

WANGSAKARA.COM, PAGEDANGAN – Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Pagedangan menggelar pengajian rutin di Kantor Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat malam (12/6/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan dzikir dan sholawat yang dipimpin oleh Ustaz Ubed selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ibtida, Malang Nengah, Pagedangan. Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa sejak awal acara dengan diikuti jamaah dari berbagai kalangan masyarakat serta kader Ansor setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lengkong Kulon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Ia berharap Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor terus menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab oleh Ustaz Kholil selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Ansor Cicalengka, Pagedangan. Pembacaan kitab tersebut menjadi bagian penting dalam menambah wawasan keilmuan agama bagi para jamaah yang hadir.

Sementara itu, mauizah hasanah atau tausiah disampaikan oleh KH Taqiyudin selaku Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Pagedangan. Dalam tausiahnya, beliau membahas tentang “Delapan Perkara yang Tak Pernah Puas dengan Delapan Perkara”.

KH Taqiyudin menjelaskan bahwa tema tersebut diambil dari sebuah hadis yang termaktub dalam berbagai kitab ulama, salah satunya kitab Nashaihul Ibad halaman 53. Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. bersabda:

ثَمَانِيَةُ أَشْيَاءَ لَا تَشْبَعُ مِنْ ثَمَانِيَةٍ: اَلْعَيْنُ مِنَ النَّظْرِ ، وَالْاَرْضُ مِنَ الْمَطَرِ ، وَالْأُنْثَى مِنَ الذَّكَرِ ، وَالْعَالِمُ مِنَ الْعِلْمِ ، وَالسَّائِلُ مِنَ الْمَسْئَلَةِ ، وَالْحِرْصُ مِنَ الْجَمْعِ ، وَالْبَحْرُ مِنَ الْمَاءِ ، وَالنَّارُ مِنَ الْحَطَبِ

Artinya, “Delapan perkara yang tidak pernah merasa puas dengan delapan perkara. Mata tidak pernah puas memandang, bumi tidak pernah puas disirami hujan, perempuan tidak pernah puas dengan laki-laki, seorang alim tidak pernah puas dengan ilmu, orang yang suka bertanya tidak pernah puas dengan persoalan, orang yang tamak tidak pernah puas menghimpun harta, lautan tidak pernah puas dengan air, dan api tidak pernah puas dengan kayu bakar.”

Dalam penjelasannya, KH Taqiyudin mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari hadis tersebut, terutama agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsu dan senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt. Menurutnya, sifat tidak pernah puas dalam urusan dunia dapat menjerumuskan manusia pada sifat tamak, sedangkan rasa tidak pernah puas dalam mencari ilmu merupakan hal yang baik dan harus terus dipupuk.

“Kita harus mampu membedakan mana rasa tidak puas yang membawa kebaikan dan mana yang justru membawa keburukan. Seorang alim harus terus haus akan ilmu, tetapi manusia juga harus mampu menahan diri dari kerakusan dunia,” ujar KH Taqiyudin dalam tausiahnya.

Kegiatan pengajian berlangsung tertib dan penuh antusiasme jamaah hingga akhir acara. Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Pagedangan diharapkan terus menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Posting Komentar untuk "Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Pagedangan: Delapan Perkara yang Tak Pernah Puas dengan Delapan Perkara"