Firman Maulana Komitmen Kawal Pelestarian Cagar Budaya Lengkong

 

WANGSAKARA.COM, TANGERANG — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Firman Maulana, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian situs sejarah dan cagar budaya yang berada di Kampung Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Komitmen tersebut disampaikan Firman saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara di Kompleks Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara, Kampung Lengkong Ulama, Jumat (11/9/2026).

Firman mengaku bersyukur pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara akhirnya dapat dimulai. Menurutnya, pembangunan museum tersebut merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten.

“Alhamdulillah, pada hari ini dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara. Tanahnya milik Kabupaten Tangerang, sementara bangunannya itu biaya dari Pemerintah Provinsi Banten. Saya senang ada sinergi dan mudah-mudahan terus seperti ini,” ujar Firman.

Menurutnya, keberadaan situs sejarah dan cagar budaya di Lengkong Ulama merupakan aset penting yang harus dijaga bersama. Karena itu, dirinya akan terus menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat dengan mendorong dukungan anggaran melalui aspirasi masyarakat.

“Saya selaku anggota DPRD mendorong dari segi penganggaran. Melalui aspirasi dewan, alhamdulillah situs cagar budaya Makam Syekh Mustaqim bin Syekh Abi Darda sudah dibangun, dan insyaallah akan ada tahap kedua dan ketiga,” katanya.

Firman menjelaskan, pembangunan situs Makam Syekh Mustaqim merupakan salah satu bentuk nyata dukungan aspirasi dewan terhadap pelestarian sejarah dan cagar budaya di wilayah Lengkong.

Ia menilai sosok Syekh Mustaqim bin Syekh Abi Darda merupakan salah satu ulama besar yang memiliki jejak penting dalam perkembangan keilmuan Islam.

“Menurut saya, Syekh Mustaqim adalah ulama besar. Beliau hidup era 1800-an, pengarang kitab, berguru kepada ulama-ulama besar dan murid-muridnya juga menjadi ulama-ulama besar,” tuturnya.

Karena itu, Firman berharap pelestarian situs-situs tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik. Menurutnya, perlu ada kesinambungan program berupa penataan kawasan, dokumentasi sejarah, penguatan edukasi, serta pengembangan sarana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Firman menilai pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara menjadi contoh positif bagaimana aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga legislatif.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah dan DPRD terus terjalin sehingga berbagai situs sejarah lainnya di kawasan Lengkong Ulama dapat memperoleh perhatian dan dukungan.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara (IKBAR WANGSA), Lutfi, mengapresiasi dukungan Firman terhadap pelestarian situs dan cagar budaya di Lengkong.

Lutfi menyampaikan terima kasih kepada Firman yang telah ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui fungsi legislatif.

“Kami mengapresiasi dukungan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Firman Maulana. Mudah-mudahan keberadaan dewan sebagai penyambung lidah aspirasi masyarakat terus dirasakan oleh masyarakat Pagedangan khususnya, serta Tangerang dan Banten pada umumnya,” kata Lutfi.

Menurutnya, dukungan melalui aspirasi dewan memberikan harapan bahwa keberadaan situs dan cagar budaya di Lengkong Ulama akan semakin mendapat perhatian.

“Terima kasih. Melalui aspirasi dewan, situs dan cagar budaya yang ada di Lengkong Ulama bisa dilestarikan,” ujarnya.

Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Camat Pagedangan Daniel Ramdani, dan Kepala Desa Lengkong Kulon M. Sohib yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara.

“Kita bangga punya pemimpin yang peduli terhadap situs dan cagar budaya serta kesejarahan,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah dan legislatif tersebut, IKBAR WANGSA berharap pelestarian kawasan Lengkong Ulama dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga sejarah dan warisan budaya yang ada tetap terjaga dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang.

Posting Komentar untuk "Firman Maulana Komitmen Kawal Pelestarian Cagar Budaya Lengkong"