WANGSAKARA.COM, TANGERANG - Ribuan masyarakat memadati kawasan Lengkong Kiai, Kabupaten Tangerang, pada Rabu malam Kamis (21/1/2026), dalam rangka peringatan Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara, tokoh ulama dan pendiri Tangerang. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan sang pahlawan.
Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Anggota DPRD Provinsi Banten Mohammad Nur Kholis, serta Sri Radya Keraton Sumedang Larang, Sri Radya H.R.I. Lukman Soemadisoeria. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh adat tersebut menegaskan posisi Raden Aria Wangsakara sebagai figur sejarah yang dihormati lintas generasi.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Raden Aria Wangsakara merupakan sosok ulama besar sekaligus pemimpin umat yang memiliki pengaruh luas di masanya. Menurutnya, keberadaan masyarakat yang terus berdatangan ke makam Raden Aria Wangsakara, baik dari Tangerang maupun dari luar daerah, menjadi bukti nyata tingginya penghormatan terhadap tokoh sejarah tersebut.
“Beliau adalah seorang ulama besar, seorang pemimpin umat, yang senantiasa didatangi oleh warga Tangerang maupun dari luar Tangerang. Ini membuktikan bahwa kita semua sangat menghormati sejarah, wabil khusus pemimpin kita, pahlawan kita, yaitu Raden Aria Wangsakara,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa haul bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para pendahulu. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang hadir pada peringatan haul ke-345 Raden Aria Wangsakara menunjukkan kuatnya ikatan sejarah dan spiritual antara masyarakat Tangerang dengan tokoh pendirinya.
“Kita hadir di sini adalah haul ke-345 Raden Aria Wangsakara. Yang namanya haul, kita wajib mengenang, mengingat pemimpin kita, yaitu pahlawan nasional Raden Aria Wangsakara. Beliau yang mendirikan Tangerang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga mengungkapkan rencana pembangunan kawasan religi dan sejarah di Lengkong Kiai. Ia menyampaikan bahwa akan dibangun museum Raden Aria Wangsakara yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten, sementara Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun masjid di kawasan tersebut.
“Insyaallah akan dibangun museum di sini. Pak Gubernur dan Pak Nur Kholis yang akan membangunnya. Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan membangun masjid,” jelasnya.
Puncak acara haul berlangsung pada Rabu malam Kamis dengan suasana yang semakin semarak. Masyarakat Kabupaten Tangerang tumpah ruah memenuhi area acara, tidak hanya dari berbagai kecamatan di Tangerang, tetapi juga dari wilayah lain di Banten, Jabodetabek, bahkan dari Purwakarta. Kehadiran masyarakat lintas daerah tersebut menunjukkan besarnya pengaruh spiritual dan historis Raden Aria Wangsakara bagi masyarakat Nusantara.
Selain doa bersama dan pembacaan manaqib, rangkaian acara haul juga diisi dengan tausiyah keagamaan, pembacaan shalawat, serta refleksi sejarah perjuangan Raden Aria Wangsakara. Momentum ini menjadi ruang kolektif bagi masyarakat untuk memperkuat identitas sejarah, spiritualitas, dan persatuan.
Peringatan Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan, keulamaan, kepemimpinan, dan persatuan yang diwariskan oleh pendiri Tangerang tersebut.

Posting Komentar untuk " Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid: Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara Momentum Menghormati Sejarah dan Ulama Besar"