Gerakan Nyata di Ruang Publik: Elemen Masyarakat “Bebersih Terminal Poris Plawad”

WANGSAKARA.COM, TANGERANG - Di tengah sorotan terhadap kebersihan ruang publik perkotaan, langkah konkret ditunjukkan Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Melalui kegiatan “Bebersih Terminal Poris Plawad”, berbagai elemen masyarakat dan instansi turun langsung membersihkan kawasan terminal yang menjadi salah satu titik vital mobilitas warga.

Sekitar 50 orang terlibat aktif dalam kegiatan yang digelar pada Jumat (10/4/2026) tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur kelurahan, pimpinan Terminal Poris Plawad, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, PT TNG, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, para Ketua RT dan RW, Pokja Sehat, kader Posyandu, pedagang, hingga masyarakat sekitar.

Sejak pagi, para peserta tampak menyebar ke berbagai sudut terminal. Mereka membersihkan sampah, menata area yang kumuh, hingga memastikan saluran air tidak tersumbat. Aktivitas ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian dari gerakan kolektif untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai ruang publik yang bersih, sehat, nyaman, dan tertib.

Terminal Poris Plawad selama ini dikenal sebagai salah satu simpul transportasi penting di Kota Tangerang. Tingginya aktivitas penumpang dan pedagang kerap berbanding lurus dengan munculnya persoalan kebersihan dan kenyamanan. Karena itu, aksi bebersih ini menjadi langkah strategis sekaligus simbol kesadaran bersama.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Program Nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang mendorong terciptanya lingkungan publik yang layak dan berkualitas.

Lurah Poris Plawad, Hj. Titin Hartini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah bersama masyarakat.

“Kegiatan bebersih ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertib bagi para pengguna terminal. Ini juga sebagai implementasi dari Program ASRI yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika hanya dilakukan sesaat.

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara rutin setiap dua minggu sekali. Harapannya, kebersihan terminal tidak hanya terjaga saat ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi budaya bersama,” tambahnya.

Keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara aparat, instansi, dan warga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Para pedagang yang turut ambil bagian juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka berharap kondisi terminal yang lebih bersih akan berdampak pada kenyamanan pembeli dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Melalui aksi sederhana namun berdampak ini, Terminal Poris Plawad diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga representatif dan membanggakan. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.




Posting Komentar untuk " Gerakan Nyata di Ruang Publik: Elemen Masyarakat “Bebersih Terminal Poris Plawad”"