Khutbah Jum’at, 20-03-2026 (Masjid Nurul Iman)


Khutbah Jum’at, 20-03-2026 (Masjid Nurul Iman)
Oleh: Ubedillah, S.Ag.,M.Pd

 بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدُ لِلهِ الْعَزِيزِ الغَفَّارِ الْوَاحِدِ الْقهَّارِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمٌ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَاصْحَابِهِ صَلَاة وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُثَلَازَمَيْنِ عَلَى ممر الأَيَّامِ وَالدَهُورِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجئ قَائِلهاَ مِنَ اهوَالِ يَوْمِ النُّشُور وَاشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ حَبِيبُ الْمَلِكِ الْعَلَامِ وَأَنْهَاكُمْ وَإِيَّايَ عَنْ أَكْلِ الْحَرَامِ ، وَأحذِّرُكُمْ وَإِيَايَ عَنِ الْخَطَايَا وَالْأَثَامِ كَيْ تَنَالُوا الْخَيْرَاتِ وَالهُدَى  إِنَّ احْسَنَ الْمَوَاعِظِ الشَّافِيَةِ كَلَامُ مَنْ لَا تَخْفَى عَلَيْهِ خَافِيَةً وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتعَالَى يَقُولُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُونَ . وَإِذَا قُرِى الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَانْصِتُوا لعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ اعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, 

Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah yang telah memberikan berjuta kenikmatan kepada kita sekalian, sehingga masih bisa melaksanakan Shalat Jumat di masjid yang mulia ini.

Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang dan jelas, yaitu addinul Islanı. Semoga kita selalu mencintainya dan bershalawat kepadanya sehingga kita diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti, amin. 

Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allalı 

Selaku khatib tidak bosan-bosan nya untuk berwasiat, khususnya pribadi khatib dan umumnya para jamaah jum’at, marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga kita selau dalam keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Amin

قَالَ : وَتَصْعَدُ الْحَفَظَةُ بِعَمَلِ الْعَبْدِ يَبْتَهِجُ نُوراً مِنْ صَدَقَةٍ وَصِيَامٍ وَصَلَاةٍ قَدْ أَعْجَبَ الْحَفَظَةَ ، فَيُجَاوِزُونَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ ، فَيَقُولُ لَهُمُ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهَا : قِفُوا وَاضْرِبُوا بِهَذَا الْعَمَلِ وَجْهَ صَاحِبِهِ ، أَنَا مَلَكُ الْكِبْرِ ؛ أَمَرَنِي رَبِّي أَنْ لَا أَدَعَ عَمَلَهُ يُجَاوِزُنِي إِلَى غَيْرِي ؛ إِنَّهُ كَانَ يَتَكَبَّرُ عَلَى النَّاسِ فِي مَجَالِسِهِمْ

Malaikat pencatat amal terus naik membawa amal si hamba yang bersinar sinar dan berisi sedekah, puasa. Malaikat pencatat yang kagum terhadap amal itu amal terus naik hingga sampailah di langit ketiga" Maka, malaikat itu berkata, 'Berhenti, lemparkan amal itu ke muka pemiliknya, aku adalah malaikat pemeriksa takabur. Tuhanku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalnya melewatiku. Dahulu, la selalu menyombongkan diri di hadapan manusia dalam setiap majelis mereka.


Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, 

قَالَ: وَتَصْعَدُ الْحَفَظَةُ بِعَمَلِ الْعَبْدِ يَزْهُو كَمَا يَزْهُو الْكَوْكَبُ الدُّرِّيُّ وَلَهُ دَوِيُّ مِنْ تَسْبِيحِ وَصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَحَجّ وَعُمْرَةٍ، حَتَّى يُجَاوِزُوا بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ، فَيَقُولُ لَهُمُ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهَا: قِفُوا وَاضْرِبُوا بِهَذَا الْعَمَلِ وَجْهَ صَاحِبِهِ وَظَهْرَهُ وَبَطْنَهُ ، أَنَا صَاحِبُ الْعُجْبِ، أَمَرَنِي رَبِّي أَنْ لَا أَدَعَ عَمَلَهُ يُجَاوِزُنِي إِلَى غَيْرِي، إِنَّهُ كَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً . أَدْخَلَ الْعُجْبَ فِيهِ

Setelah itu, malaikat pencatat amal membawa amal si hamba yang bercahaya seperti cahaya bintang di angkasa karena dzikir dan tasbihnya dalam setiap puasa, shalat, haji, dan umrah. Sesampai di pintu langit keempat, malaikat penjaga barkata, "Berhenti... lemparkan amal itu ke muka pemiliknya, aku adalah malaikat pemeriksa ujub (berbangga diri). Tuhanku memerintahkan aku untuk tidak melewatiku. Dahulu, ketika ia berbuat kebaikan, ia selalu berbangga diri karenanya."

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, 

قَالَ: وَتَصْعَدُ الْحَفَظَةُ بِعَمَلِ الْعَبْدِ حَتَّى يُجَاوِزُوا بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ كَأَنَّهُ الْعَرُوسُ الْمَرْفُوفَةُ إِلَى بَعْلِهَا، فَيَقُولُ لَهُمُ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهَا: قِفُوا وَاضْرِبُوا بِهَذَا الْعَمَلِ وَجْهَ صَاحِبِهِ، وَاحْمِلُوهُ عَلَى عَاتِقِهِ، أَنَا مَلَكُ الْحَسَدِ، إِنَّهُ كَانَ يَحْسُدُ مَنْ يَتَعَلَّمُ وَيَعْمَلُ بِمِثْلِ عَمَلِهِ، وَكُلُّ مَنْ كَانَ يَأْخُذُ فَضْلاً مِنَ الْعِبَادَةِ كَانَ يَحْسُدُهُمْ وَيَقَعُ فِيهِمْ أَمَرَنِي رَبِّي أَنْ لَا أَدَعَ عَمَلَهُ يُجَاوِزُنِي إِلَى غَيْرِي

Malaikat pencatat amal manusia, kemudian naik hingga melewatinya menuju langit kelima layaknya seorang pengantin yang dipersembahkan kepada suaminya, dan bebankan amal itu ke pundaknya, aku adalah malaikat pemeriksa. Dahulu, ia sering dengki terhadap nikmat yang diberikan kepada orang lain, dan ia murka terhadap apa yang telah diridhai Allah, terlebih lagi ia banyak melakukan ghibah kepada orang-orang. Maka malaikat itu berkata, "Aku malaikat penjaga dengki, dulunya ia dengki kepada orang-orang terhadap karunia yang Allah berikan sehingga jadilah dia orang yang murka terhadap apa yang Allah ridhai, Tuhanku memerintahkan aku agar tidak membiarkan amal itu melewatiku

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, 

قَالَ: وَتَصْعَدُ الْحَفَظَةُ بِعَمَلِ الْعَبْدِ لَهُ ضَوْءٌ كَضَوْءِ الشَّمْسِ مِنْ صَلَاةٍ وَزَكَاةٍ وَحَجٌ وَعُمْرَةٍ وَجِهَادٍ وَصِيَامٍ، فَيُجَاوِزُونَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَيَقُولُ لَهُمُ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهَا: قِفُوا وَاضْرِبُوا بِهَذَا الْعَمَلِ وَجْهَ صَاحِبِهِ، إِنَّهُ كَانَ لَا يَرْحَمُ إِنْسَانًا قَطُّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ أَصَابَهُ بَلَاءٌ أَوْ مَرَضٌ بَلْ كَانَ يَسْمَتُ بِهِ أَنَا مَلَكُ الرَّحْمَةِ، أَمَرَنِي رَبِّي أَنْ لَا أَدَعَ عَمَلَهُ يُجَاوِزُنِي إِلَى غَيْرِي 

Malaikat pencatat amal lalu naik dengan membawa amal hamba yang berkilau seterang mentari berupa shalat yang banyak, zakat, haji, umrah, jihad dan puasa sampai di pintu langit keenam Maka, malaikat yang ditugasi menjaganya, berkata kepadanya, 'Berhenti, lemparkan amal itu ke muka pemiliknya, ia sama sekali tidak mengasihi hamba Allah yang ditimpa musibah atau penyakit, bahkan ia justru nyukurin (tega meninggalkannya). Aku adalah malaikat rahmat, Tuhanku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal itu melewatiku

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, 

قَالَ: وَتَصْعَدُ الْحَفَظَةُ بِعَمَلِ الْعَبْدِ مِنْ صَوْمٍ وَصَلَاةٍ وَنَفَقَةٍ وَجِهَادٍ وَوَرَعٍ، لَهُ دَوِيٌّ كَدَوِيِّ النَّحْلِ وَضَوْءٍ كَضَوْءِ الشَّمْسِ وَمَعَهُ ثَلَاثَةُ آلَافٍ مَلَكَ، فَيُجَاوِزُونَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَيَقُولُ لَهُمُ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهَا: قِفُوا وَاضْرِبُوا بِهَذَا الْعَمَلِ وَجْهَ صَاحِبِهِ، وَاضْرِبُوا بِهِ جَوَارِحَهُ، وَاقْفِلُوا بِهِ عَلَى قَلْبِهِ، أَنَا صَاحِبُ الذِّكْرِ، فَإِنِّي أَحْجُبُ عَنْ رَبِّي كُلَّ عَمَلٍ لَمْ يُرِدْ بِهِ وَجْهَ رَبِّي ، إِنَّهُ إِنَّمَا أَرَادَ بِعَمَلِهِ غَيْرَ اللَّهِ تَعَالَى، إِنَّهُ أَرَادَ بِهِ رِفْعَةً عِنْدَ الْفُقَهَاءِ وَذِكْرًا عِنْدَ الْعُلَمَاءِ وَصِيتًا فِي الْمَدَائِنِ. أَمَرَنِي رَبِّي أَنْ لَا أَدَعَ عَمَلَهُ يُجَاوِزُنِي إِلَى غَيْرِي، وَكُلُّ عَمَلٍ لَمْ يَكُنْ للَّهِ تَعَالَى خَالِصًا فَهُوَ رِيَاءٌ، وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ عَمَلَ الْمُرَائِي

Lalu malaikat pencatat amal naik dengan membawa amal si hamba berupa puasa, shalat dan jihad dan wara' yang amal-amal itu berdengung seperti lebah dan bersinar seterang mentari dengan diiringi 3 ribu malaikat sehingga amal itu melintasi keenam langit sebelumnya menuju langit ketujuh. malaikat penjaga berkata kepadanya, Berhenti, lemparkan amal itu ke muka pemiliknya, pukullah anggota badannya kembalikanlah dan tutuplah hatinya, aku adalah malaikat yang mengurusi pengelu-eluan di antara manusia. Akulah yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk memeriksa semua amal yang tidak diniatkan hanya kepada-Nya, tetapi sebaliknya ia justru menghendaki dari yang selain Allah agar mendapatkan kehormatan di mata para fuqaha, dielukan dalam berbagai majelis dan nama baik di kota-kota. Tuhanku menitahkan kepadaku agar tidak membiarkan amalnya berlalu kepada malaikat yang lain, demikian pula setiap amal yang bukan dilakukan karena ikhlas untuk Allah maka ia adalah riya' yang Allah tak akan menerima amal orang yang riya'.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah

Demikianlah khutbah yang bisa saya sampaikan semoga kita terhindar dari sifat tercela yaitu sifat takabur, ujub (berbangga diri), sering dengki, tidak mengasihi terhadap sesama, dan tidak Ikhlas.  

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ


Posting Komentar untuk "Khutbah Jum’at, 20-03-2026 (Masjid Nurul Iman)"