WANGSAKARA.COM, SUMEDANG – Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara (IKBAR WANGSA) menghadiri undangan resmi dari Keraton Sumedang Larang dalam rangkaian kegiatan budaya akbar Kirab Mahkota Binokasih dan Panji Sumedang Larang 2026. Kehadiran rombongan ini sekaligus menjadi momentum napak tilas sejarah dan penguatan nilai-nilai kultural Sunda.
Rombongan IKBAR WANGSA dipimpin langsung oleh Ketua KH. Taqiyuddin, didampingi Kepala Desa Lengkong Kulon M. Sohib serta Kepala Seksi Kepahlawanan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang H. Abu Ani. Turut hadir para pengurus dan anggota IKBAR WANGSA dari wilayah Jabodetabek dan Banten, tokoh masyarakat Desa Lengkong Kulon, aparatur desa mulai dari RT, RW, BPD, LPM, Karang Taruna, Linmas, hingga ibu-ibu PKK dan Majelis Ta’lim.
Dengan kekuatan lima armada bus, rombongan bertolak menuju Sumedang setelah terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam leluhur, Raden Aria Wangsakara. Setibanya di Sumedang, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Pangeran Santri, Pangeran Sugih, serta tokoh nasional Nyut Nyak Dien, dan kunjungan ke Museum Prabu Geusan Ulun sebagai bagian dari edukasi sejarah dan pelestarian budaya.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, dalam gelaran Kirab Mahkota Binokasih dan Panji Sumedang Larang yang menjadi agenda utama peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang dan Milangkala ke-1.357 Tatar Sunda. Prosesi kirab dimulai pukul 19.30 WIB dari Keraton Sumedang Larang di kawasan Alun-alun, menuju Pendopo Kabupaten Sumedang (Induk Pusat Pemerintahan).
Kirab tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan arak-arakan budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, kereta kencana, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang memikat ribuan warga. Mahkota Binokasih diarak sebagai simbol keagungan dan legitimasi kemaharajaan Sunda, sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian kirab ke delapan titik di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turut hadir dalam prosesi tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Mahkota Binokasih merupakan simbol nyata kejayaan peradaban Sunda yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Ia juga secara resmi mengumumkan penetapan tanggal 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, KDM menginstruksikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk memperkuat penataan kota berbasis kearifan lokal Sunda, sebagai upaya strategis dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Kehadiran IKBAR WANGSA dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap undangan Keraton Sumedang Larang, tetapi juga sebagai komitmen nyata dalam merawat sejarah, mempererat silaturahmi antar-keturunan tokoh bangsa, serta mendukung pelestarian budaya Sunda sebagai warisan luhur Nusantara.


Posting Komentar untuk "IKBAR WANGSA Hadiri Kirab Budaya Sumedang 2026, Perkuat Jejak Sejarah dan Identitas Sunda"