WANGSAKARA.COM, KRESEK - Peringatan haul ke-50 Almarhum H. Abdul Gani bin H. Muhammad di Masjid Abdul Gani, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Minggu (3/5/2026), berlangsung khidmat dan dipadati ribuan jamaah. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, bersama jajaran pemerintah daerah, ulama, dan keluarga besar almarhum.
Dalam sambutannya, KH. Romo Syafi’i menekankan bahwa haul merupakan momentum penting untuk meneladani nilai perjuangan dan keteguhan seorang ulama. Ia menyebut H. Abdul Gani sebagai sosok yang berperan besar dalam penyebaran Islam di wilayah Tangerang Barat hingga Serang Timur.
“Beliau adalah ulama yang membawa cahaya Islam di wilayah ini. Keteladanannya perlu kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, H. Soma Atmaja, yang mewakili Bupati Tangerang, mengungkapkan bahwa kiprah H. Abdul Gani tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Ia menilai almarhum sebagai ulama kharismatik dengan kontribusi besar bagi masyarakat.
Jejak perjuangan H. Abdul Gani dimulai sejak usia muda. Pada masa belia, ia telah merintis usaha hingga di usia remaja berhasil menjadi pengusaha sukses. Dalam perjalanan tersebut, ia juga bergabung dengan Sarekat Dagang Islam serta aktif mengikuti pengajian dan majelis ilmu.
Memasuki usia matang sekitar 30 hingga 40 tahun, H. Abdul Gani terlibat aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Atas jasanya, ia memperoleh penghargaan sebagai pejuang kemerdekaan dengan pangkat kapten. Salah satu catatan penting perjuangannya adalah sikap tegas menolak praktik saikere di Lapangan Balaraja serta keterlibatannya dalam menghadapi agresi militer Belanda.
Meski berstatus sebagai pejuang, almarhum menolak menerima honor dari negara. Baginya, perjuangan adalah bentuk keikhlasan semata. Selain itu, ia juga dikenal sebagai aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dan turut aktif dalam Masyumi.
Pada dekade 1950-an, H. Abdul Gani mendirikan PGA dan pesantren di Kresek yang peresmiannya dihadiri tokoh nasional M. Natsir. Kedekatannya dengan para ulama Banten menjadikannya tidak hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga donatur bagi berbagai pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Aktivitasnya di dunia organisasi juga cukup menonjol. Sebagai aktivis NU, ia pernah diminta mengirimkan wakil ke DPRD Gotong Royong (GR) DKI Jakarta dari wilayah Jakarta Utara, seiring kiprahnya di Tanjung Priok melalui lembaga pendidikan agama Arruhaniyah. Peran tersebut kemudian diamanahkan kepada putra sulungnya sebagai wakil rakyat.
Pada tahun 1971, ia kembali mendorong keterlibatan generasi muda dalam politik dengan mencalonkan putranya bersama putra sahabatnya, KH. Ma’ruf Amin. Bahkan, bersama ayah KH. Ma’ruf Amin, ia menggagas pengajian kitab kuning rutin setiap Selasa di Masjid Arruhaniyah Kresek sejak 1950-an yang hingga kini masih berlangsung dibimbing para ulama setempat.
Di bidang pendidikan formal, pada sekitar tahun 1975, H. Abdul Gani mendirikan SMP Kresek yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah melalui Gubernur Jawa Barat saat itu, Aang Kunaefi. Hingga kini, sekolah tersebut tetap eksis, bahkan bangunan awalnya masih dirawat sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum.
Selain itu, ia juga dikenal dekat dengan tokoh NU Tangerang, Abdullah Sagaf, hingga dipercaya memimpin Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tangerang.
Perwakilan keluarga, H. Ali Nurdin Abdul Gani, menuturkan bahwa perjuangan ayahandanya tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam mempertahankan akidah di masa penjajahan. “Beliau tetap teguh memegang ajaran Islam dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Banten, KH. Imaduddin Utsman, menambahkan bahwa kepedulian almarhum terhadap pendidikan harus menjadi teladan generasi saat ini. Sementara itu, KH. Anang Azhari mengenang H. Abdul Gani sebagai pengusaha sukses yang dermawan dan banyak membantu kepentingan umat.
Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan Yasin, tausiyah oleh Ketua MUI Provinsi Banten KH. Bazari Syam, serta doa bersama yang dipimpin para ulama. Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Amrullah, anggota DPRD Banten Fadel Islami, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang H. Jubaedi, Camat Kresek, serta para kiai dari berbagai wilayah.
Sejumlah putra-putri almarhum juga tampak hadir, di antaranya KH. Sufri Abdul Gani, H. Rahmat Abdulgani, H. Usman Abdulgani, Hj. Uut Latifah, dan Hj. Jamilah Abdulgani, beserta cucu dan cicit.
H. Abdul Gani wafat pada akhir 1977 dengan meninggalkan warisan besar sebagai pengusaha, pejuang kemerdekaan, tokoh organisasi, serta pencinta agama. Warisan nilai dan perjuangannya terus hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat hingga saat ini.

Posting Komentar untuk " Haul ke-50 H. Abdul Gani, Wamenag RI Ajak Teladani Jejak Ulama dan Pejuang Kresek"