JATMAN Banten dan Penguatan Tarekat Ngaji

JATMAN Banten dan Penguatan Tarekat Ngaji 

Oleh : Hamdan Suhaemi 

Mengenali karakter ulama Banten itu jika bicara lugas, tegas dalam sikap, terbuka dengan siapapun, penampilan sederhana, banyak diam dan pemberani. Karakter tersebut mungkin dialiri darah Sultan Banten yang semuanya pemberani dan alim. 

Rerata ulama Banten pasti bertarekat hingga para ustadz dan santrinya. Ini nilai lebih dari orang Banten selain memang sakti-sakti, ngeramat serta fasihat ngajinya. Karena itu tidak benar Banten dikatakan daerah para jawara, sebab jauh lebih banyak ulamanya daripada jawaranya, bahkan kemasyhuran Banten itu berkat ulamanya bukan dari kesohoran jawara. 

Ulama Banten yang bertarekat itu lalu dihimpun dan disatukan dalam wadah khusus para pengamal tarekat bernama JATMAN yakni Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mutabarah An-Nahdiyah atau disingkat JATMAN. Hadirnya JATMAN sebagai organisasi para pengamal tarekat tersebut berasas Islam Ahli Sunnah wal Jamaah dan tasawwufnya berhaluan pada tiga imam tasawuf, yaitu Imam Junaidi al-Baghdadi, Imam Juwaini al-Haramain, dan Imam Al-Ghozali. 

Dalam upaya penguatan tradisi tarekat di Banten itulah Idaroh wustho JATMAN Banten menyelenggarakan kegiatan pengajian bulanan, dengan mengkaji kitab Anwarul qudsiyah, Fathul Muin dan Fathul Majid, tiga kitab yang mewakili konsep besar Iman, Islam dan Ihsan. 

Pengajian tersebut digelar tiap bulan dengan berpindah tempat dari satu kabupaten atau kota ke kabupaten lainnya, adapun pengajian JATMAN selalu bertempat di pesantren-pesantren yang diasuh oleh kiai yang kebetulan pengamal tarekat dan bahkan mursyid dari suatu tarekat tertentu. 

Pengajian adalah pondasi dalam pengamalan tarekat, sebab dulu seorang mursyid Syadziliyah yang agung yakni Syaikh Dimyathi Cidahu Cadasari  Pandeglang selalu menegaskan bahwa tarekat orang Banten adalah ngaji, seperti yang pernah diucapkan beliau " Tarekat aing mah ngaji ". 

Dari jejak kata-kata sang mursyid agung inilah Idaroh Wustho JATMAN Banten akan memprioritaskan program keorganisasiannya dengan kegiatan pengajian, meskipun diadakan tiap sebulan sekali. Ini tidak lain meluruskan cara beragama kita dengan benar, menguatkan iman dan membersihkan hati dari penyakitnya, serta memperbanyak amal ibadah. 

Posting Komentar untuk "JATMAN Banten dan Penguatan Tarekat Ngaji "