MATERI PENGAJIAN MALAM SABTU DI MASJID NURUL IMAN
PERUM PELAMUNAN PERMAI
KAJIAN KITAB TAFSIR YASIN HAMAMI
Oleh : Ubedillah, S.Ag., M.Pd
KATA PENGANTAR
Hanya kepada Allah SWT segala puja dan puji layak dipersembahkan dengan menyertakan ucapan sholawat dan salam keharibaan Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna sekaligus penutup kenabian, serta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya hingga hari kiamat.
Kitab Tafsir Surat Yasin ini adalah karya Syekh Hamāmiy Zädah mengurai penjelasan seputar sebab turunnya, tentang hari kebangkitan, dan tentang permasalahan yang akan dihadapi nanti di hari Akhir. Karya beliau ini menggunakan penjelasan yang mudah dan ringan, kemungkinan dimaksudkan untuk lebih menguatkan keimanan. Karena di beberapa penjelasan, beliau lebih banyak mengutip pendapat ahli-ahli Tauhid, tidak mengutip pendapat ahli-ahli ilmu lainnya, terutama dalam masalah Astronomi. Naskah asli kitab ini berbentuk risalah yang utuh, tanpa tanda baca (harokat). Kemudian dalam terjemahan ini kami melengkapinya dengan tanda baca (harokat) agar mempermudah para jama’ah dalam memahami kandungan materinya. Saya juga sedapat mungkin menelusuri ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang dikutip dalam materi ini dan kami sisipkan dalam lampiran khusus. Kalimat bahasa arab yang perlu dikaji lebih mendalam pengertian bahasa Indonesianya, saya tuliskan juga dengan huruf miring (kursif). Sementara kalimat yang menjadi penjelas kalimat sebelumnya.
وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
Dan kami jadikan dihadapan mereka sekat (dinding) dan dibelakang mereka juga sekat, dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat
نُزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فى رِوَايَةٍ في حَقِّ أَبِي جَهْلٍ وَصَاحِبِهِ مِنْ بَنِي مَحْزُوْمٍ وَذَلِكَ أَنَّ أَبَا جَهْلٍ حَلَفَ لَئِنْ رَأَيْتُ مُحَمَّدًا يُصَلّى لَأَرْضَحَنَّ رَأْسَهُ بِالْحَجَرِ فَأَتَاهُ وَهُوَ يُصَلِّي فَلَمَّا رَفَعَ الْحَجَرَ شَلَّتْ يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ وَلَصِقَ الْحَجَرُ بِيَدِهِ فَلَمَّا عَادَ إِلَى أَصْحَابِهِ وَأَخْبَرَهُمْ بِمَا رَأَى سَقَطَ الْحَجَرُ
Ayat ini diturunkan dalam sebuah riwayat, tentang kepastian Abu Jahal dan temannya dari Bani Mahzum. Demikian Abu Jahal bersumpah “Seandainya aku melihat Muhammad sedang melaksanakan shalat maka akan kupukul kepalanya dengan batu ini”
lalu bertemulah dia dengan Nabi Muhammad saat beliau sedang shalat”. Setelah Abu Jahal mengangkat batu (untuk memukul beliau) tangannya menjadi lumpuh sampai lehernya dan batupun menempel ditangannya. Setelah dia memanggil temannya dan memberitahukan (kejadian itu) kepada mereka jatuhlah batu tersebut.
فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي مَحْرُوْمٍ أَنَا أَقْتُلُهُ بِهَذَا الْحَجَرِ فَأَتَاهُ وَهُوَ يُصَلَّى فَأَرَادَ أَنْ يَرْمِيَهُ بِالْحَجَرِ فَأَعْمَى اللهُ تَعَالَى بَصَرَهُ فَجَعَلَ يَسْمَعُ صَوْتَهُ عَلَيْهِ السَّلامُ وَلَا يَرَاهُ
فَرَجَعَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَلَمْ يَرَهُمْ حَتَّى نَادُوهُ فَقَالُوا مَا صَنَعْتَ قَالَ مَا رَأَيْتُهُ ولكنْ سَمِعْتُ صَوْتَهُ وَحَالَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ شَيْءٌ كَهَيْئَةِ الْعِجَلِ يَنْفَحُ بِذَنْبِهِ وَلَوْ دَنَوْتُ مِنْهُ لَأَكَلَنِي
Seorang laki-laki dari Bani Mahzum berkata: “Saya yang akan membunuh Muhammad dengan batu ini”. Maka lelaki itu datang menemui Muhammad sedang beliau dalam shalat. Setelah lelaki itu bermaksud melemparkan batu (yang dipegangnya) Allah membutakan pandangannya lalu dia mendengar suara beliau namun tak dapat melihatnya. Maka dia kembali menemui teman- temannya dalam keadaan tidak melihat sebelum teman- temannya menyapanya. Mereka berkata: “Apa yang kau perbuat?” Lelaki itupun berkata: “Aku tak dapat melihat (Muhammad) tetapi aku mendengar suaranya dan berubahlah suatu (keadaan) diantara aku dan Muhammad seperti gerakan (angin) ekor lembu yang meniup. Seandainya aku mendekat pastilah aku dimakannya.
وَبَعْدَ ذَلِكَ كُلَّمَا أَرَادَ أَبُو جَهْلٍ مُحَمَّدًا عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلَامُ لَا يَقْدِرُ أَنْ يَرَاهُ
Setelah peristiwa itu setiap kali Abu Jahal ingin (membunuh) Muhammad diapun tak mampu melihatnya.
وَفِي رِوَايَةٍ نُزِّلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِي طَائِفَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ وَذَلكَ أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَعَ أَصْحَابه. كَانُوا جَالِسِيْنَ يَوْمًا عِنْدَ بَابِ الْكَعْبَةِ فَقَالَتْ قُرَيْشٍ تَعَالَوْا نَأْخُذُ مُحَمَّدًا مَعَ أَصْحَابه وَتَذْهَبُ بِهِمْ إِلَى جَبَلِ أَبِي قُبَيْسٍ فَتَقْتُلُ مُحَمَّدًا مَعَ أَصْحَابِهِ وَمَنْ لَا يَرْضَى ديْنَهُ تُخَلَّى سَبِيْلَهُ وَإِلَّا فَتَقْتُلَ كُلُّهُمْ
Dalam sebuah riwayat, ayat ini diturunkan dalam sekelompok dari orang quraisy. Demikian (rencana mereka), pada suatu hari Nabi Muhammad AS bersama sahabat-sahabatnya sedang duduk didekat pintu ka’bah. Lalu (sekelompok) quraisy berkata: “Kemarilah kalian! Kami akan menyiksa Muhammad dan sahabatnya lalu membawa mereka menuju gunung Abi Qubais untuk
dibunuh. Barang siapa tidak rela terhadap agama Muhammad maka akan kami bebaskan jalannya, jika tidak maka akan kami bunuh semuanya”.
وَبَعْدَ هَذِهِ الْمُشَاوَرَةِ اتَّفَقُوْا وَأَتَوْا إِلَى مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ السَّلَامِ وَأَصْحَابِهِ فَجَعَلَ الله تَعَالَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا لَمْ يَرَوْا مُحَمَّدًا وَأَصْحَابَهُ
Setelah musyawarah ini mereka sepakat datang kepada Muhammad AS dan sahabatnya. Maka Allah ta’ala jadikan dihadapan mereka sekat (dinding) dan dibelakang mereka juga sekat sehingga mereka tak dapat melihat Muhammad dan sahabatnya.
وَفِي رِوَايَةٍ نُزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِي حَقِّ الْمُشْرِكِينَ وَذَلِكَ أَنَّهُمْ كَانُوا مُجتمعين في مجلس واحِدٍ مِنْهُمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ فِي حَقِّ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ شَيْئًا قَالَ إِنْ رَأَيْتُ مُحَمَّدًا فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَجَاءَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلامُ وَقَامَ عِنْدَهُ وَقَرَأَ سُوْرَةَ يُسَ إِلَى قَوْلِهِ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ وَبَعْدَ ذَلِكَ أَخَذَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَبْضَةً مِنَ التَّرَابِ وَرَمَى إِلَى وُجُوهِهِمْ وَلحَاهُمْ وَذَهَبَ مِنْ بَيْنِهِمْ فَلَمْ يَرَوْهُ وَهُمْ يَنْفَضُونَ التَّرَابَ عَنْ وُجُوْهِهِمْ وَلحَاهُمْ وَيَقُولُونَ وَاللَّهُ مَا رَأَيْنَاهُ وَمَا سَمِعْنَا صَوْتَهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
Dalam satu riwayat lain ayat ini diturunkan tantang kepastian orang-orang musyrik. Saat itu, mereka berkumpul dalam satu majelis sebagian mereka membicarakan tentang Muhammad AS kemudian berkata: jika aku melihat Muhammad maka akan kulakukan seperti ini seperti ini (seolah-olah menikamnya). Lalu nabi Muhammad berdiri didekatnya dan membacakan surah Yasin sampai pada kalimat fahum la yubshirun, kemudian beliau mengambil segenggam debu dan melempari wajah dan jenggot mereka lalu pergi. Maka satupun tak ada yang melihatnya, mereka (sibuk) mengibas debu tersebut dari wajah dan jenggotnya. Mereka berkata: “Demi Allah, kami tidak melihat dan mendengar suara Muhammad AS” (dalam keadaan heran).
Posting Komentar untuk "KAJIAN KITAB TAFSIR YASIN HAMAMI"