Semangat Pemekaran Tangerang Utara
Ketua FAMTU (Forum Aspirasi Masyarakat Tangerang Utara)
Deklarasi yang digelar pada Sabtu, 16 Agustus 2025, di Aula PGRI Kecamatan Sukadiri menjadi bukti bahwa gagasan pemekaran Tangerang Utara bukan lagi sekadar wacana. Badan Persiapan Pembentukan Daerah (BAPPEDA) Tangerang Utara bersama elemen masyarakat menyalakan api perjuangan, meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB).
Inilah paradoks yang kita hadapi. Di satu sisi, rakyat sudah lama menanti keadilan pembangunan. Di sisi lain, kebijakan moratorium seolah menjadi tembok penghalang yang menunda aspirasi. Padahal, Tangerang Utara memiliki potensi luar biasa—pesisir yang kaya, masyarakat yang majemuk, serta kebudayaan yang beragam. Semua itu membutuhkan perhatian khusus dan percepatan pembangunan yang tidak bisa lagi hanya mengandalkan pusat kabupaten.
Mari jujur: selama ini Tangerang Utara sering berada di halaman belakang pembangunan. Sebagai seorang dosen di Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Teluknaga, saya melihat langsung bagaimana akses pendidikan, pelayanan publik, hingga infrastruktur di wilayah utara kerap tertinggal. Pemekaran bukanlah sikap membangkang, melainkan cara memperkuat pelayanan publik agar lebih dekat, pembangunan lebih cepat, dan keadilan lebih nyata. Menunda pemekaran berarti menunda kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, semangat kita adalah kunci. Kita tidak boleh menyerah hanya karena ada kata “moratorium.” Sejarah mencatat, perubahan besar lahir bukan dari mereka yang menunggu izin, tetapi dari mereka yang berani bersuara. Tangerang Utara membutuhkan pelaku sejarah, bukan penonton pasif.
Apa yang bisa kita lakukan? Pertama, dukung gerakan BAPPEDA Tangerang Utara dengan informasi yang benar dan semangat positif. Kedua, bangun konsolidasi antar tokoh masyarakat, pemuda, dan yang lainnya. Ketiga, jadikan Tangerang Utara simbol perubahan yang lahir dari akar rakyatnya.
Tangerang Utara bukan sekadar wilayah administratif, ia adalah rumah kita. Dan rumah yang baik harus dibangun dengan tangan kita sendiri. Moratorium mungkin bisa membatasi keputusan, tetapi tidak bisa mematikan semangat. Tangerang Utara bukan hanya mimpi, ia adalah masa depan yang sedang kita perjuangkan hari ini.
Posting Komentar untuk "Semangat Pemekaran Tangerang Utara"