MPLS dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang, Momentum Awal Pembentukan Karakter Siswa

WANGSAKARA.COM, TANGERANG — Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House bersama orang tua calon siswa baru. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum awal bagi para calon siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia pendidikan yang baru.

Dalam sambutan Gubernur Banten yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman, kegiatan MPLS tersebut merupakan bagian penting dari proses awal pendidikan para siswa Sekolah Rakyat.

“Ini adalah awal memasuki dunia baru bagi putra-putri kita yang bersekolah di sini. Hari ini anak-anak kita mendapatkan pembinaan,” ujar Lukman saat menyampaikan sambutan.

Ia juga meminta dukungan penuh dari para orang tua agar proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan merasa nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.

“Saya juga memohon kepada orang tua agar membantu pihak sekolah agar anak-anak betah bersekolah di sini,” katanya.

Sementara itu, Aji Januardhi Nugroho, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Kabupaten Tangerang yang mewakili Bupati Tangerang, mengapresiasi keberadaan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Menurut Aji, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik.

“Sekolah Rakyat merupakan titik awal proses pendidikan kita, sekaligus proses pembentukan karakter. Sekolah Rakyat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat dalam memperoleh pendidikan,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat memiliki arti strategis dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak, sekaligus membangun generasi yang memiliki karakter, kompetensi, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Kegiatan MPLS dan Open House tersebut juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, program pendidikan, serta berbagai pola pembinaan yang akan diterapkan kepada para siswa.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tangerang, para camat se-Kabupaten Tangerang, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang, kepala sekolah negeri di sekitar Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang, serta Pengawas SMA Kabupaten Tangerang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sinergi pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya para siswa.

MPLS dan Open House akhirnya bukan sekadar kegiatan penyambutan siswa baru, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan pembentukan karakter, akses pendidikan, serta dukungan keluarga sebagai bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kabupaten Tangerang.


Posting Komentar untuk "MPLS dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 dan 8 Kabupaten Tangerang, Momentum Awal Pembentukan Karakter Siswa"