WANGSAKARA.COM, TANGERANG — Matana University menggelar Matana Leadership Forum 2026 sebagai wadah memperkuat kepemimpinan, inovasi, dan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan di Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang mengusung tema “Building Future-Ready Schools Through Leadership, Innovation, and Strategic Partnership” tersebut berlangsung di Matana University, Jumat (14/8/2026). Forum ini menjadi ruang bagi para pemimpin dan penggerak pendidikan untuk berbagi wawasan, membangun jejaring, serta membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan.
Matana Leadership Forum merupakan bagian dari program Se3 (School Ecosystem and Education Excellence) yang dirancang untuk mempertemukan para pemimpin dan penggerak pendidikan dalam membangun ekosistem sekolah yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri dan Swasta se-Kabupaten Tangerang, Guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta Pengawas SMA Kabupaten Tangerang. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis, di antaranya “Future-ready School Leadership” yang disampaikan Rektor Matana University Prof. Bramantyo Djohanputro, Ph.D., MBA., QIA., CRMP., CRGP., serta “School Readiness Transformation & Branding Assessment” yang disampaikan Dr. Diah Dharmayanti, Ph.D., OD, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Bisnis, Pemasaran, dan Kerja Sama Strategis.
Dalam materi kepemimpinan sekolah, Prof. Bramantyo menekankan bahwa school leadership bukan sekadar mengelola sekolah agar berjalan tertib, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu mengarahkan komunitas sekolah menuju tujuan bersama yang mendukung pengajaran, pembelajaran, dan kesejahteraan siswa.
Pemimpin sekolah perlu mampu menjernihkan arah, menumbuhkan kapasitas guru, menggunakan bukti dalam mengambil keputusan, serta mengorkestrasi ekosistem dengan menghubungkan sekolah dengan keluarga, komunitas, dunia kerja, dan perguruan tinggi.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa kepala sekolah tidak harus selalu benar, tetapi harus mampu membuat sekolah menemukan jawaban bersama. Kepemimpinan yang demikian dibangun melalui kepercayaan, arah yang jelas, dan kebersamaan dengan guru serta seluruh warga sekolah.
Sementara itu, Dr. Diah Dharmayanti mengangkat pentingnya branding sekolah sebagai bagian dari strategi pengembangan sekolah. Melalui pendekatan School Brand Awareness × Student Body Matrix, sekolah dapat melihat posisi strategisnya berdasarkan tingkat brand awareness dan jumlah siswa yang dimiliki.
Pemetaan tersebut menghasilkan empat kategori, yaitu Premium Influence, Strategic Volume, Growth Opportunity, dan Hidden Volume. Setiap kategori memiliki pendekatan pengembangan yang berbeda sesuai dengan kekuatan brand awareness dan jumlah siswa yang dimiliki sekolah.
Materi tersebut juga menekankan bahwa brand awareness sekolah dapat dilihat dari sejumlah aspek, antara lain tingkat pengenalan masyarakat terhadap sekolah, reputasi akademik, kekuatan alumni, minat orang tua dan calon siswa, serta keberadaan sekolah dalam ekosistem digital dan media sosial.
Selain memperoleh wawasan, para peserta juga mengikuti sesi Strategic Partnership FGD: Mentoring & Coaching dan Networking & Mingle Session. Sesi tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara sekolah dan Matana University.
Peserta Diajak Mengenal Fasilitas Matana University
Tidak berhenti pada sesi forum, setelah kegiatan para peserta diajak berkeliling kampus Matana University untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas yang tersedia. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah, Guru BK, dan Pengawas SMA untuk mengenal lebih dekat lingkungan serta fasilitas yang dimiliki Matana University.
Salah satu fasilitas yang turut dikunjungi adalah Moriah Function Hall, yang merupakan fasilitas hotel sekaligus tempat pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah tidak hanya dapat dibangun melalui forum diskusi, tetapi juga melalui pengenalan langsung terhadap berbagai fasilitas dan potensi yang dimiliki perguruan tinggi.
Pihak Matana University juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan para guru, Guru BK, kepala sekolah, dan Pengawas SMA dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari pengembangan kapasitas kepala sekolah dan guru, penguatan layanan bimbingan dan konseling, pengembangan pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan AI, hingga pengembangan program inovasi bagi peserta didik.
Komitmen tersebut sejalan dengan gagasan yang dibawa dalam Matana Leadership Forum bahwa perguruan tinggi dapat menjadi mitra belajar dan inovasi bagi sekolah, baik melalui leadership clinic, strategic planning, pengembangan pembelajaran, AI dan data analytics, action research, maupun coaching.
Dengan mempertemukan Kepala Sekolah SMA Negeri dan Swasta, Guru BK, serta Pengawas SMA Kabupaten Tangerang, Matana Leadership Forum 2026 tidak hanya menjadi forum berbagi wawasan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas.
Melalui sinergi antara sekolah, guru, Guru BK, pengawas, dan perguruan tinggi, diharapkan lahir berbagai inovasi dan program kolaboratif yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan serta menyiapkan generasi Kabupaten Tangerang dan Banten yang lebih adaptif, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.
Posting Komentar untuk "Matana Leadership Forum Dorong Kepemimpinan dan Inovasi Sekolah di Kabupaten Tangerang"